Bukhari 5890 shahih menurut ijma ulama
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Mu'tamir dia berkata; saya mendengar Ayahku dia berkata; saya mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu 'alahi wasallam selalu mengucapkan:
"ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MINAL 'AJZI WAL KASALI WAL JUBNI WAL BUKHLI WAL HARAMI
WA A'UUDZUBILKA MIN 'ADZAABIL QABRI WA A'UUDZUBIKA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, pengecut, kekikiran dan kepikunan.
Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian.)

|

Bukhari 5888shahih menurut ijma ulama
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari Mush'ab bahwa Sa'd pernah memerintahkan lima perkara, dia menyebutkan perkara itu dari nabi Shallallahu 'alahi wasallam, bahwa beliau memerintahkan hal itu juga, yaitu;
"ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL BUKHLI, WA A'UUDZU BIKA MINAL JUBNI, WA A'UUDZU BIKA AN URADDA ILAA ARDZALIL 'UMUR WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATID DUNYA -yaitu firnah Dajjal- WA A'UUDZUBIKA MIN 'ADZAABIL QABRI (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu kepikunan, aku berlindung dari fitnah dunia -maksudnya adalah fitnah dajjal- dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur."
|
Bukhari 5893
shahih menurut ijma ulama
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna
telah menceritakan kepadaku Ghundar
telah menceritakan kepada kami Syu'bah
dari Abdul Malik bin Umair
dari Mush'ab bin Sa'd
dari Sa'd bin Abu Waqash radliallahu 'anhu bahwa dia memerintahkan lima perkara, dan dia pernah menceritakan tentang hal itu
dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu;
"ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL BUKHLI, WA A'UUDZU BIKA MINAL JUBNI, WA A'UUDZU BIKA MIN AN URADDA ILAA ARDZALIL 'UMUR WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATID DUNYA, WA A'UUDZUBIKA MIN 'ADZAABIL QABRI (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu kepikunan, aku berlindung dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur."
|
Bukhari 5897
shahih menurut ijma ulama
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim
telah mengabarkan kepada kami Al Husain
dari Za`idah
dari Abdul Malik
dari Mush'ab bin Sa'd
dari Ayahnya dia berkata;
"Mohon perlindunganlah kalian dengan beberapa kalimat yang digunakan oleh Nabi Shallallahu 'alahi wasallam, yaitu;
"ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL JUBNI,
WA A'UUDZU BIKA MINAL BUKHLI,
WA A'UUDZU BIKA MIN AN URADDA ILAA ARDZALIL 'UMUR
WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATID DUNYA
WA 'ADZAABIL QABRI
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu kepikunan, aku berlindung dari fitnah dunia dan siksa kubur."
|
Pendahuluan
Dalam kehidupan seorang Muslim, doa perlindungan memiliki peranan penting untuk menjaga hati dan diri dari sifat-sifat negatif serta fitnah dunia yang dapat menjauhkan kita dari kebenaran.
Hadits-hadits ini shahih menurut ijma ulama dan menjadi sumber hikmah untuk menghindari sifat kikir, pengecut, kepikunan, fitnah dunia, serta siksa kubur.
Makna dan Hikmah Doa Perlindungan
1. Perlindungan dari Sifat Negatif
Doa-doa di atas menunjukkan permohonan perlindungan dari sifat-sifat negatif seperti kikir, pengecut, dan kepikunan. Dengan mengucapkan doa ini, umat Islam diajarkan untuk menjauhkan diri dari sifat buruk yang dapat merusak keimanan dan kehidupan spiritual.
2. Perlindungan dari Fitnah Dunia dan Siksa Kubur
Fitnah dunia, termasuk ancaman Dajjal dan tekanan kehidupan, merupakan ujian besar bagi keimanan. Doa ini juga memohon perlindungan dari siksa kubur, mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan harus dipersiapkan dengan iman yang kokoh.
3. Konsistensi dalam Memohon Pertolongan Allah
Doa ini mengajarkan pentingnya konsistensi dalam memohon perlindungan kepada Allah. Dengan mengucapkan kalimat-kalimat tersebut secara rutin, keimanan akan semakin teguh dan hati akan lebih siap menghadapi segala ujian.
Implikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Meningkatkan Keikhlasan dan Tawakal:
Amalkan doa ini setiap hari sebagai bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu melindungi kita dari segala kejahatan dan ujian.
Penahan Diri dari Sifat Buruk:
Mengamalkan doa ini secara konsisten dapat membantu meningkatkan kesadaran diri dan mendorong perubahan perilaku, terutama dalam menghindari sifat kikir, pengecut, dan kepikunan.
Persiapan Menghadapi Ujian Hidup:
Dengan selalu memohon perlindungan Allah, kita diingatkan bahwa setiap ujian adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus dihadapi dengan keimanan dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu ada.
Kesimpulan
Hadits-hadits Bukhari 5888, 5890, 5893, dan 5897 memberikan panduan doa perlindungan yang komprehensif untuk menjauhkan diri dari sifat negatif dan fitnah dunia. Doa ini mengajarkan pentingnya menjadikan Allah satu-satunya pelindung dalam setiap aspek kehidupan, sehingga keimanan kita tetap kuat meskipun menghadapi banyak tantangan. Marilah kita jadikan doa-doa ini sebagai bagian rutin dalam ibadah kita untuk memperoleh keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar