Tirmidzi 3352shahih Menurut muhammad Nashiruddin Al AlbaniTelah menceritakan kepada kami Sufyan bin Waki' telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Muhammad bin Juhadah telah menceritakan kepada kami Abdul Jabbar bin Abbas dari Abu Ishaq dari Al Agharr Abu Muslim, ia berkata; aku bersaksi atas Abu Sa'id dan Abu Hurairah bahwa mereka mereka bersaksi atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Barang siapa yang mengucapkan; LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR" (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar), maka Tuhannya akan membenarkannya dan berfirman: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku, dan Aku Maha Besar." Apabila orang tersebut mengucapkan; LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAH (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata), maka Allah berfirman: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku semata." Dan apabila ia mengucapkan; "LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH" (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya) maka Allah berfirman: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku semata, tidak ada sekutu bagiKu." Dan apabila ia mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, milikNya seluruh kerajaan dan bagiNya segala pujian) maka Allah berfirman: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku, milikKu seluruh kerajaan dan bagiKu segala pujian." Dan apabila ia mengucapkan; LAA ILAAHA ILLALLAAHU WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah), maka Allah berfirman: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolonganKu." Dan beliau mengatakan: "Barang siapa yang mengucapkannya ketika sedang sakit, kemudian ia meninggal maka Neraka tidak akan memakannya." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. Hadits tersebut telah diriwayatkan oleh Syu'bah dari Abu Ishaq dari Al Agharr Abu Muslim dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id seperti hadits ini secara makna. Dan Syu'bah tidak merafa'kannya. Telah menceritakan kepada kami dengan seperti itu Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far dari Syu'bah dengan hadits ini. |
Makna dan Hikmah Ucapan Dzikir
Meningkatkan Keimanan dan Kekuatan Spiritualitas Dengan mengucapkan kalimat-kalimat dzikir tersebut, seorang Muslim mengakui keesaan Allah dan menegaskan kekuasaan-Nya yang tiada tara. Ucapan-ucapan ini menjadi pengakuan batin yang menguatkan keimanan serta mendorong peningkatan spiritualitas.
Pembenaran Amalan dan Peningkatan Kualitas Ibadah Allah berjanji untuk membenarkan masing-masing ucapan dzikir dengan menyatakan keutamaan-Nya. Setiap formulasi memiliki kekhasan tersendiri, yang secara bertahap menunjukkan kedalaman pengakuan seseorang kepada kebesaran Allah dan menurunkan sidangannya di sisi-Nya.
Perlindungan dari Musibah Dunia dan Akhirat Salah satu keutamaan yang disebutkan adalah apabila dzikir diucapkan ketika sedang sakit, maka dijamin Neraka tidak akan memakan hamba tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa dzikir tidak hanya menjadi sarana penguatan spiritual, tetapi juga sebagai pelindung di dunia dan akhirat.
Pembentukan Karakter dan Kesadaran Sosial Dengan rutin melafalkan dzikir ini, umat Islam diingatkan untuk senantiasa mengarahkan hati dan pikiran kepada Allah, serta menumbuhkan sikap tawakal dan rendah hati dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.
Kesimpulan
Hadits Tirmidzi 3352 mengajarkan keutamaan luar biasa dari setiap pengucapan dzikir yang mengandung kalimat "Laa ilaaha illallahu..." dalam berbagai formulasi.
Dengan mengamalkannya, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pembenaran dari Allah, tetapi juga perlindungan dan keberkahan yang melimpah. Mari kita jadikan dzikir ini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari untuk selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat nanti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar