Bacalah Bismillah

Deskripsi gambar

Untuk mengokohkan niat, dan
mendaatkan pertolongan Allah karena Allah dilibatkan

Baca shalawat sekali, akan dikembalikan 10 kali

Baca Shalawat

Dikembalikan berupa 10 keselamatan untukmu dan keluargamu

Apabila terbangun di malam hari, karena mimpi terjatuh. dosa diampuni

Bukhari 1086

shahih menurut ijma ulama

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bun AL Fadhal
telah mengabarkan kepada kami Al Walid, dia adalah anak dari Muslim
telah menceritakan kepada kami Al Awza'iy berkata,
telah menceritakan kepada saya 'Umair bin Hani' berkata,
telah menceritakan kepada saya Junadah bin Abu Umayyah
telah menceritakan kepada saya 'Ubadah bin Ash-Shamit
dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Siapa yang bangun di malam hari
lalu membaca "laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu,
lahul mulku wa lahul hamdu
wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Alhamdulillahi wa subhaanallah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar
wa laa haula wa laa quwwata illa billah"
(Tidak ada ilah yang berhaq disembah kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya.
Dialah yang memiliki kerajaan dan baginNya segala pujian
dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.
Segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah dan tidak ada ilah kecuali Allah dan Allah Maha Besar
dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Dia")

Kemudian dilanjutkan dengan membaca "Allahummaghfirlii" ("Ya Allah ampunilah aku") atau berdo'a, maka akan dikabulkan baginya.
Jika dia berwudhu' lalu shalat maka shalatnya diterima".

Tirmidzi 3336

Shahih menurut Muhammad Nashiruddin Al Albani

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Aziz bin Abu Rizmah
telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim
telah menceritakan kepada kami Al Auza'i
telah menceritakan kepadaku 'Umair bin Hani`? ia berkata;
telah menceritakan kepadaku Junadah bin Abu Umayyah
telah menceritakan kepadaku 'Ubadah bin Ash Shamit? radliallahu 'anhu?
dari? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:

"Barang siapa yang terjaga pada malam hari kemudian mengucapkan;

LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH
LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU
WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR,
WA SUBHAANALLAAH, WAL HAMDU LILLAAH, WA LAA ILAAHA ILLALLAAH WALLAAHU AKBAR
WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH.
(Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya,
milikNya semua kerajaan dan bagiNya seluruh pujian
dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu.
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar,
dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

Kemudian mengucapkan; RABBIGHFIRLII
atau beliau mengatakan: kemudian berdoa, maka doanya dikabulkan.
Apabila ia bertekad untuk wudhu kemudian melakukan shalat maka shalatnya diterima."

Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib.

Ibnu Majah 3868

Shahih menurut Muhammad Nashiruddin Al Albani

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi
telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim
telah menceritakan kepada kami Al Auza'i
telah menceritakan kepadaku 'Umair bin Hani`
telah menceritakan kepadaku Junadah bin Abu Umayyah
dari 'Ubadah bin Shamit dia berkata;

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa terbangun di malam hari, dan ketika terbangun ia mengucapkan;

"Tidak ada ilah selain Allah yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian,
dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah serta tidak ada ilah selain Allah dan Allah Maha Besar.
Tiada daya dan upaya melainkan Allah yang Maha Agung."

Kemudian dia berdo'a; "Ya Allah, ampunilah aku." Niscaya ia akan di ampuni."

Al Walid berkata; "atau beliau bersabda: "Jika ia berdo'a, niscaya do'anya akan di kabulkan. Dan jika ia bangun untuk berwudlu' lalu shalat, maka shalatnya pasti di terima."

Dalam dunia Islam, hadits menjadi sumber ajaran dan pedoman hidup yang penuh hikmah. Pada postingan ini, kita akan mengulas hadits Bukhari 1086, yang diriwayatkan melalui sanad yang shahih menurut ijma ulama. Hadits ini menceritakan bahwa apabila seseorang terbangun di malam hari akibat mimpi yang membuatnya tersandung atau terjatuh, hendaklah segera membaca dzikir khusus. Pembahasan ini tidak hanya akan mengupas tata cara amalan, tetapi juga menguraikan makna, hikmah, dan keutamaannya.


2. Cara Mengamalkan: Langkah Praktis

untuk mengamalkan hadits ini secara tepat, berikut langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan:

  1. Bangun di Malam Hari: Jika Anda terbangun karena mimpi atau keadaan yang membuat Anda tersandung, tenangkan diri dan segera persiapkan diri untuk berdzikir.

  2. Membaca Dzikir: Ucapkan dengan pelan dan penuh kesadaran: > "Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir."

  3. Melanjutkan dengan Doa: Setelah dzikir, ucapkan "Allahummaghfirlii" yang berarti “Ya Allah, ampunilah aku” sebagai bentuk permohonan ampun.

  4. Wudhu dan Shalat: Lengkapi amalan dengan melakukan wudhu dan melaksanakan shalat, sehingga shalat yang Anda kerjakan mendapatkan keberkahan dan diterima sebagaimana yang diajarkan.

Langkah-langkah di atas merupakan panduan praktis untuk mengoptimalkan ibadah di malam hari sesuai dengan hadits, sekaligus menyucikan hati dan pikiran.

3. Makna dan Hikmah

Hadits ini menyiratkan bahwa setiap kejadian—meski tampak sepele seperti terjatuh—adalah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan membaca dzikir, kita:

  • Mengingat keesaan Allah yang memiliki segala pujian dan kekuasaan.

  • Menjadikan momen terbangun sebagai sarana introspeksi dan peningkatan spiritual.

  • Mengubah situasi yang tidak disengaja menjadi kesempatan untuk beribadah dan memohon ampunan.

Hikmah dari amalan ini adalah agar kita selalu menyadari kehadiran Allah dalam setiap keadaan dan mengisi waktu terjaga dengan amal kebaikan.

4. Keutamaan

Beberapa keutamaan yang dapat diperoleh dengan mengamalkan hadits ini antara lain:

  • Penghapusan Dosa: Dengan membaca "Allahummaghfirlii", kita membuka pintu pengampunan atas dosa-dosa yang mungkin belum terampuni.

  • Peningkatan Iman: Pengulangan dzikir akan terus menguatkan keimanan dan menjaga konsistensi spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

  • Kedamaian Batin: Membiasakan diri untuk berdzikir di waktu terjaga memberikan ketenangan, membantu mengurangi stres, dan meningkatkan kesadaran diri beribadah.

5. Relevansi Zaman Sekarang

Meskipun hadits ini sudah diturunkan pada masa Nabi, nilai-nilainya tetap relevan di era modern. Di tengah kesibukan dan banyaknya distraksi pada malam hari, kebiasaan berdzikir menjadi:

  • Sarana untuk menenangkan pikiran setelah seharian penuh aktivitas.

  • Metode sederhana untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

  • Cara efektif untuk mengurangi stres dan meningkatkan kualitas ibadah, terutama ketika menghadapi tantangan dan tekanan di kehidupan sehari-hari.

Dengan mengamalkan amalan ini, umat modern dapat menemukan kesejukan spiritual yang sangat dibutuhkan di tengah dinamika zaman sekarang.

6. Kesimpulan

Postingan kali ini telah menguraikan secara rinci tentang hadits Bukhari 1086 yang shahih, mulai dari tata cara mengamalkan hingga makna, hikmah, dan keutamaannya. Dengan membaca dzikir serta doa ketika terbangun di malam hari, kita tidak hanya membersihkan diri dari dosa, tetapi juga memperdalam keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga panduan ini bermanfaat dan menjadi pendorong bagi kita untuk selalu mengambil hikmah dan kebaikan dari setiap momen, terutama yang terjadi di saat-saat yang tersembunyi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar